“Selalu periksa keadaan batinmu menggunakan Sang Raja dari hatimu.
Tembaga tidak pernah mengetahui dirinya tembaga,sebelum ia berubah menjadi emas.”
(Jallaluddin Rumi, dalam Al-Matsnawi)
Kenapa harus ada ujian dan cobaan dalam hidup? Ujian dan cobaan yang dialami oleh setiap insan memiliki arti tersendiri, cerita dan versinya berbeda-beda. Ujian dan cobaan, menuntun kita mengarungi lautan arti sebuah kontemplasi berujung kepada falsafah hidup.
Hidup ini adalah proses panjang berliku, dunia sebagai ladang menanam amal dan kebaikan, sedangkan hasilnya adalah di akherat kelak.
Kita sebagai seorang hamba-NYA, dilahirkan kedunia ini dibekali akal dan pikiran yang sehat. Menjalani hitam-putih setiap lika-liku hidup dengan penuh penghayatan pengharapan akan cita-cita. Kuatkah kita menghadapi ujian dan cobaan yang diberikan Oleh-NYA? Semua kembali pada pribadi kita untuk direnungkan. Kedewasaan tidak akan datang begitu saja hanya karena umur bertambah. Kedewasaan akan hadir justru saat pribadi kita mampu menghadapi pahitnya ujian dan cobaan dengan tabah, ikhlas dan sabar. Kehidupan ini merupakan tempat belajar seorang insan menjadi lebih bijak. Kehidupan ini menentukan seorang insan akan selamatkah ia diakherat kelak.
Mengarungi lautan kehidupan ini, lebih bergradasi dengan variatif warna yang berbeda. Sehingga kita senantiasa harus memilih mana hal terbaik untuk dijalani.
Kita selalu dihadapkan oleh proses panjang berliku dan keras untuk meraih harapan. Tanpa usaha, semua harapan tidak akan berbuah manis. Hanya pribadi tegarlah yang akan menjadi pemenangnya.
Ujian adalah sarana guna menentukan seberapa kuat atau lemahnya pribadi kita sebelum memperoleh hasil usaha demi menggapai cita-cita. Cobaan cenderung sebagai penetapan seberapa kokohnya pribadi kita untuk tetap eksis pada pilihan warna hidup kita.
Tetapi, ujian dan cobaan tidak akan membuahkan hasil jika rohaniah dan batiniah tidak berusaha untuk dekat dengan-NYA. Ibadah sebagai prioritas terpenting untuk mencapai tujuan hidup. Berhasil atau tidaknya seorang insan saat menghadapi ujian dan cobaan tergantung bagaimana ketegaran dan tekad kuatnya untuk meraih tujuan hidup. Sisanya merupakan suratan takdir yang telah digariskan oleh –NYA, apabila berbagai usaha dan upaya tak kunjung membuahkan hasil nyata sesuai dengan harapan.